3 Hari Penuh Api Pergerakan: Sukses MAPABA XXVI PMII Rayon Abu Nawas
Sepuluh Oktober tahun
2025 ialah salah satu momen kebersamaan PMII Rayon Abu Nawas dengan
terlaksananya MAPABA (Masa Penerimaan Anggota Baru) selama 3 hari. Lebih dari 70
peserta dari kalangan internal dan eksternal hadir dengan semangat membara,
siap menyelami nilai-nilai PMII dan ASWAJA. MAPABA hadir sebagai pengenalan
intensif sekaligus pembekalan komprehensif tentang fondasi pengkaderan PMII.
Sebagai wadah pergerakan, PMII berkomitmen mencetak kader
unggul yang menjaga budaya NU. Mahasiswa UIN Syekh Wasil Kediri, yang kental dengan aroma pesantren NU
akan gampang tergugah dan bergabung PMII. Alasan mereka beragam mulai dari keinginan
menambah pengalaman dan kepanitiaan dalam organisasi, mengasah public speaking, menambah
jaringan, hingga eksplorasi minat seperti akademik, agama, politik, wirausaha,
dan lain sebagainya. PMII siap memenuhi semua kebutuhan itu hingga menghasilkan
kader yang tak hanya kompeten organisasi.
Setelah proses check in, peserta MAPABA menjalani pretest
guna mengukur pemahaman awal mereka sebelum materi disampaikan. Setiap sesi
materi pun selalu diikuti sesi tanya jawab dan diskusi interaktif yang hidup,
lalu ditutup dengan post-test untuk evaluasi. Puncaknya, pada hari terakhir MAPABA
terdapat pembaiatan penuh makna, yang kemudian dilanjutkan dan dimeriahkan dengan
kegiatan outbound seru yang mempererat ikatan keluarga besar PMII dan
diakhiri dengan kegiatan check out yang menandakan selesainya acara
MAPABA.
Adapun materi yang diberikan saat MAPABA ialah sejarah
perjuangan bangsa oleh sahabat Moh. Abu Bakar Ba’asyir, sejarah dan
keorganisasian PMII oleh sahabat M. Naufal Rizki, NDP (Nilai Dasar Pergerakan)
oleh sahabat Sabilul Haq, aswaja oleh sahabat Irgi Ahmad Vahrezi, studi gender
dan kelembagaan KOPRI oleh sahabati Wildatul Aksya, dan critical thinking
oleh sahabat Moch. Zulfan Atabik. Semua materi ini harus mengakar kuat di hati
dan pikiran sehingga dapat menjadi pegangan kokoh para kader dalam menghadapi
era globalisasi yang luar biasa hebatnya. Kader PMII ditantang untuk menghadapi
guncangan zaman, sambil terus aktif merawat dan melestarikan warisan budaya NU.
Penutupan MAPABA bukanlah titik akhir, melainkan permulaan
perjalanan panjang pengkaderan di mana pengurus rayon berkewajiban mendampingi
kader baru agar tetap istiqamah dalam dinamika PMII sambil memelihara warisan
budaya Nahdlatul Ulama dengan mengamalkan adat-istiadat mulia NU melalui PMII. Dengan
kader yang militan, penuh komitmen, tangguh, dan kritis terhadap infiltrasi
radikalisme di lingkungan kampus demi menjaga keharmonisan ideologi moderat. Sementara
di UIN Syekh Wasil Kediri, PMII memikul
visi mulia untuk mempertahankan marwah pergerakan kemahasiswaan Islam, sehingga
nilai-nilai esensial MAPABA terinternalisasi secara mendalam dalam hati nurani
setiap kader yang siap mengemban misi baru dengan penuh keyakinan dan tanggung
jawab.
SALAM PERGERAKAN!
💪🏼 Come on, follow our social media!
Instagram Rayon Abu Nawas, Instagram KOPRI Abu Nawas, Youtube Rayon Abu Nawas
koprirayonabunawas@gmail.com & rayonabunawaskediri.official@gmail.com


Komentar
Posting Komentar