Refleksi Maulid Nabi Bagi Sahabat Sahabati PMII

 


Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya bukan hanya sekedar perayaan ceremonial saja, namun seyogyanya momen maulid nabi ini menjadi momen untuk memperbanyak sholawat supaya kita bisa mendapatkan syafaat dari baginda Nabi Muhammad SAW di akhirat kelak.

Perayaan maulid nabi ini merupakan momen untuk meneladani akhlak-akhlak Nabi Muhammad SAW supaya kita menjadi manusia yang memiliki akhlakul karimah. Karena pada dasarnya Nabi Muhammad SAW adalah sebaik-baiknya suri tauladan yang patut kita contoh, bahkan semua perkataan, perbuatan maupun ketetapan beliau adalah sunnatulloh.

Salah satu cara mendapatkan syafaat dari Baginda Rasulullah SAW adalah dengan meningkatkan kualitas kita kepada Nabi Muhammad SAW. Bagaimana caranya untuk meningkatkan kecintaan kita kepada Baginda Rasulullah yang notabennya kita belum pernah bertemu? Salah satu caranya adalah dengan memperbanyak bacaan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. 

Karena pada dasarnya setiap bacaan sholawat yang kita ucapkan kepada Nabi Muhammad SAW bagaikan ucapan salam kita kepada beliau, maka ketika kita bersholawat maka nabi akan menjawab bacaan sholawat kita. Karena pada hakikatnya bacaan sholawat merupakan salah satu kunci keberhasilan dan merupakan salah satu kunci di ijabahnya doa-doa yang kita ucapkan.

Bacaan sholawat merupakan bentuk refleksi kecintaan kita kepada Baginda Rasulullah SAW. Bahkan dengan memperbanyak bacaan sholawat kelak di surga kita akan di sandingkan dengan orang yang kita cinta (Rasulullah SAW). Dengan bacaan sholawat yang merupakan bentuk rasa cinta kita kepada Baginda Rasulullah SAW maka segala tingkah laku beliau akan kita ikuti, karena pada dasarnya setiap insan akan mengikuti tingkah laku dari orang yang ia cintai. 

Terlebih di masa pandemi ini banyak hal yang bertransformasi, dari yang dulunya terbiasa dengan hal-hal yang bersifat klasikal sekarang semuanya serba digital. Di masa yang serba digital ini sangat rawan sekali kita termakan berita hoax yang belum tentu kebenarannya. Salah satu supaya kita tidak mudah termakan hoax dan tidak mudah menjustifikasi hal buruk kepada orang lain adalah dengan cara menelaahnya dengan penuh hati-hati serta dengan senantiasa meningkatkan kebaikan seperti halnya yang dilakukan oleh Baginda Rasulullah SAW.

Sebagai kholifah fil ard yang notabenenya setiap manusia adalah pemimpin di muka bumi ini, paling tidak manusia menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri, sebagai seorang pemimpin kita harus senantiasa menerima segala konsekuensi termasuk siap untuk dicerna serta dihina. Namun, jangan sampai cercaan dan hinaan yang dilontarkannya tersebut kita balas dengan cercaan dan hinaan pula, namun balaslah cercaan tersebut dengan perbuatan yang baik, dengan perbuatan yang baik sebagaimana perkataan dan perbuatan yang di teladankan kepada Baginda Rasulullah SAW.

Maka dari itu, mari sahabat sahabati kita memperbanyak sholawat, kita refleksikan momen maulid nabi ini sebagai tonggak penyadaran pada setiap perkataan dan perbuatan kita kepada Baginda Rasulullah SAW.

 

#Penulis: Ahmad Muna'am Abror (Ketua Rayon Abu Nawas Periode 2021/2022)

#Editor: Nur Intan (Anggota Biro Pers Rayon Abu Nawas)

Komentar

Postingan Populer